Keranjang Anda kosong!
Mbah Saritem Story of Repek
Mbah Saritem adalah perempuan tua yang hidup seorang diri di sebuah rumah kayu rapuh, berdiri di atas tanah beralasan lumpur di pinggir hutan. Setiap pagi, ia berjalan tertatih membawa keranjang bambu, merepek mencari sisa kayu bakar dari hutan dan kebun orang demi menyambung hidup. Tak banyak yang tahu, di balik tubuh ringkih dan wajah penuh keriput itu tersimpan sejarah kelam bangsa. Di masa penjajahan Jepang, Saritem muda pernah menjadi penghibur paksa, kehilangan masa muda, harga diri, dan haknya sebagai perempuan. Ia hidup dengan luka yang tak pernah sembuh, kenangan yang terus menghantui, dan rasa bersalah yang tak ia mengerti asalnya.…
Deskripsi
Mbah Saritem adalah perempuan tua yang hidup seorang diri di sebuah rumah kayu rapuh, berdiri di atas tanah beralasan lumpur di pinggir hutan. Setiap pagi, ia berjalan tertatih membawa keranjang bambu, merepek mencari sisa kayu bakar dari hutan dan kebun orang demi menyambung hidup.
Tak banyak yang tahu, di balik tubuh ringkih dan wajah penuh keriput itu tersimpan sejarah kelam bangsa. Di masa penjajahan Jepang, Saritem muda pernah menjadi penghibur paksa, kehilangan masa muda, harga diri, dan haknya sebagai perempuan. Ia hidup dengan luka yang tak pernah sembuh, kenangan yang terus menghantui, dan rasa bersalah yang tak ia mengerti asalnya.
Setelah perang usai, dunia tak pernah benar-benar memaafkannya. Ia dijauhi, dicemooh, dan akhirnya memilih hidup sendiri tanpa suami, tanpa anak, tanpa siapa pun. Repek menjadi caranya bertahan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga untuk menenangkan batinnya.
Novel ini adalah kisah tentang ketahanan, penyesalan, kesepian, dan martabat seorang perempuan kecil yang dilupakan sejarah, namun tetap berdiri meski dunia berkali-kali menjatuhkannya.

Ulasan
Belum ada ulasan.